Minggu, 26 April 2020
Kamis, 23 April 2020
Coronavirus (COVID-19)
CORONA VIRUS ( COVID-19)
Pengertian Coronavirus ( COVID-19)
Coronavirus
atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan
infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu.
Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.
Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:
Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:
- Middle
East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).
- Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
- Pneumonia.
SARS
yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain.
Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia,
Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga
pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774
orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat
tersebut. Sampai saat ini terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang telah
diidentifikasi, yaitu:
- HCoV-229E.
- HCoV-OC43.
- HCoV-NL63.
- HCoV-HKU1.
- SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
- MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).
- COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19 dari Maret 2020.
Cara Penularan Coronavirus
Beberapa
cara penularan virus corona yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
1.
Kontak
Dengan Benda Yang Sering Tersentuh
Benda merupakan media yang bisa
menjadi cara penularan yang masif. Menurut penelitian, COVID-19 dapat bertahan
hidup hingga tiga hari dengan menempel pada permukaan benda.Benda-benda
tersebut disinyalir merupakan benda yang sering terjamah oleh anggota tubuh
seperti tangan yang membawa virus corona covid-19.Dengan menempelnya virus
tersebut di permukaan benda yang sering terjamah, otomatis virus tersebut dapat
berpindah dan menemukan inang baru apabila orang lain menyentuh benda tersebut.
2.
Tidak
Menjaga Kebersihan Tangan
Cara kedua yang efektif sebagai media
penularan virus corona adalah tidak menjaga kebersihan tangan. Telah diketahui
dan terbukti secara medis bahwa tangan merupakan sumber dari berbagai penyakit.Tangan
adalah anggota tubuh yang paling banyak melakukan aktivitas dan melakukan
interaksi dengan orang lain atau benda-benda yang ada di sekitar. Dengan tangan
yang tidak terjaga kebersihannya, maka virus corona ini dapat dengan mudah
menyebar. Manusia akan selalu berinteraksi dengan dunia luar menggunakan
tangannya.Untuk itu, jaga selalu kebersihan tangan agar tangan Anda tidak
menjadi salah satu media penularan virus corona covid-19. Cuci tangan
menggunakan sabun ataupun gunakan hand sanitizer sebelum dan setelah makan,
sebelum dan sesudah buang air kecil, dan sesudah beraktivitas.
3.
Tidak
menjaga kebersihan setelah berpergian
Beraktivitas adalah hal yang wajar
dilakukan oleh manusia. Namun, penularan virus corona secara tidak sadar sering
dilakukan oleh orang yang melakukan aktivitas di tempat tertentu.Tentu saja,
apabila tempat tersebut terdapat COVID-19, maka virus tersebut dapat menempel
di pakaian dan benda yang Anda gunakan. Sehingga virus corona dapat menular
pada orang-orang terdekat Anda di rumah.Untuk mencegah hal tersebut, selalu
jaga kebersihan diri setelah bepergian. Cuci baju dan bersihkan tubuh hingga
kering setelah bepergian.
4.
Tidak
menerapkan etika batuk dan bersin
Cara yang paling banyak menjadi media
penularan virus corona adalah melalui droplets. Droplets dapat terjadi ketika
seseorang meninggalkan cairan ketika bersin, batuk, ataupun berbicara di
lantai.Cairan yang berisi virus, kuman, dan bakteri kemudian dapat menempel
pada benda-benda yang dibawa oleh orang lain. Sehingga, virus corona covdi-19
tersebut mendapatkan inang baru pada orang lain.
Maka dari itu, penting dan menjadi
kewajiban setiap individu di tengah pandemi virus corona covid-19 untuk
menerapkan etika batuk dan bersin dengan baik.Etika batuk dan bersin dapat
dilakukan dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau
tisu bersih. Apabila menggunakan tisu, buang tisu pada tempat sampah lalu cuci
tangan menggunakan sabun hingga bersih.
5.
Terjadi
Interaksi Banyak Orang
Berkumpul atau beraktivitas di tengah
kerumunan menjadi salah satu cara penularan virus corona covid-19. Sebab, virus
corona covid-19 dapat menempel secara kasat mata pada pakaian dan benda yang
dibawa orang lain.
Selain itu, risiko penularan virus corona
covid-19 juga dapat terjadi melalui droplets orang lain ketika batuk dan
bersin. Pada saat ini, dengan menerapkan jaga jarak dan kurangi kegiatan di
luar rumah adalah tindakan bijak yang dapat dilakukan untuk mengurangi
penularan virus corona covid-19.
6.
Tidak
Isolasi Diri Setelah Kembali dari Wilayah Pandemi
Cara lain yang dapat menularkan virus
corona adalah tidak melakukan tindakan pencegahan setelah kembali dari wilayah
atau negara pandemi. Berbagai tindakan pencegahan tersebut antara lain dengan
melakukan isolasi mandiri di rumah.Cara ini disinyalir banyak terjadi di
Indonesia saat ini mengingat banyaknya warga yang kembali ke kampung halaman
namun tidak melakukan isolasi diri.
7.
Kurangnya
Pemahaman tentang Virus Corona
Kurangnya pemahaman tentang definisi,
bahaya, dan penyebaran dari virus corona covid-19 menjadi salah satu hal yang
patut disayangkan. Sebab, apabila seseorang mengetahui dan mem ahami informasi tentang virus corona
covid-19 tersebut, maka setidaknya seseorang tersebut akan melakukan tindakan
antisipasi untuk menangkal virus.
Maka,
edukasi mengenai virus corona covid-19 merupakan hal yang bijak untuk dilakukan
kepada masyarakat guna meminimalisir penularan virus.
Gejala Coronavirus
a.
Demam
Ciri-ciri
terken a virus Corona salah satunya
adalah demam. Demam menjadi tanda kunci Covid-19. Namun hal itu tidak selalu
berarti jika suhu tubuhmu lebih tinggi atau lebih rendah dari suhu normal maka
kamu positif corona. Beberapa orang memang memiliki suhu tubuh inti yang lebih
rendah atau lebih tinggi dari suhu tubuh normal, yaitu 37 derajat Celcius. Oleh
karena itu para ahli mengatakan bahwa jangan memfokuskan pada angka.
b.
Sesak
Napas
Dikutip
dalam CNN, sesak napas atau napas pendek ini bisa terjadi tanpa diikuti dengan
batuk. Jika kamu merasakan hal ini, seperti dada terasa ketat atau seperti
tidak bisa bernapas maka itu bertanda bahwa kamu harus segera memeriksakannya
ke dokter dengan segera. Hal itu dikarenakan ciri-ciri terkena virus Corona
yang satu ini adalah yang paling serius. CDC (Centers for Disease Control and
Prevention) juga menyebutkan, tanda-tanda peringatan darurat lainnya untuk
COVID-19 sebagai "rasa sakit yang terus menerus atau tekanan di
dada," dan "bibir atau wajah yang kebiruan," yang dapat
mengindikasikan kekurangan oksigen. Jika merasakan hal itu maka segeralah
periksakan diri ke dokter.
c.
Batuk
Batuk
kering menjadi salah satu awal dari gejala virus corona (https://www.detik.com/tag/gejala-virus-corona)
. Batuk kering adalah salah satu gejala umum yang banyak dirasakan oleh pasien
terinfeksi COVID-19. Tetapi batuk akibat virus Corona bukanlah batuk biasa.
Batuk tersebut akan sangat mengganggu dan bisa dirasakan datang dari dalam
dada.
d.
Diare
Awalnya
para peneliti tidak berpikir bahwa diare akan muncul sebagai salah satu
ciri-ciri terkena virus Corona. Namun kini dengan semakin banyaknya penelitian
tentang korban yang selamat, maka ditemukanlah ciri-ciri terkena virus Corona
yang baru ini dikarenakan banyak pasien selamat yang mengaku mengalami gejala
tersebut. Dr. Sanjay Gupta mengatakan bahwa dalam sebuah penelitian di China
yang meneliti sekitar 200 pasien yang paling awal terinfeksi, ditemukan bahwa
gejala pencernaan atau lambung sebenarnya sudah dialami oleh setengah dari
pasien tersebut.
e.
Mata
Merah
Berdasarkan
penelitian dari China, Korea Selatan, dan negara lainnya menunjukkan bahwa
sekitar satu hingga tiga persen pasien positif COVID-19 juga menderita konjungtivitis
atau yang lebih sering disebut mata merah muda.
f.
Tidak
Peka Terhadap Bau dan Rasa
Kehilangan
bau dan rasa ternyata juga dialami oleh para penderita Covid-19. Pada kasus
COVID-19 yang ringan hingga sedang, hilangnya kemampuan untuk mencium bau dan
mengecap rasa bisa muncul sebagai salah satu tanda awal COVID-19 yang paling
tidak biasa."Apa yang disebut anosmia, yang pada dasarnya berarti
kehilangan penciuman, tampaknya merupakan gejala yang dikembangkan oleh
sejumlah pasien," kata Dr. Sanjay.
g.
Sakit
Tenggorokan
Sakit
tenggorokan juga dirasakan oleh pasien corona. WHO menemukan sebanyak 14% dari
6 ribu kasus COVID-19 di China memiliki gejala berupa sakit tenggorokan dan
sakit kepala.
h.
Nyeri
Otot
Menurut
para ahli, nyeri otot bisa menjadi tanda ciri-ciri terkena virus corona yang
serius. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan, gejala nyeri otot
terjadi pada 15 persen pasien COVID-19. Dikutip dari The Sun, nyeri otot
disebabkan bahan kimia sitokin yang dilepaskan ke tubuh sebagai respon terhadap
infeksi.
i.
Penyakit
saraf
Kondisi
penyakit saraf ternyata bisa menjadi ciri-ciri terkena virus corona. Gejala
penyakit saraf yang pernah dilaporkan pasien, di antaranya kejang, kebingungan,
pusing, sakit kepala, mengigau, kebas, hingga stroke.
j.
Kelelahan
Salah satu gejala virus
corona menurut WHO adalah kelelahan ekstrem. WHO melaporkan hampir 40 persen
dari 60 ribu pasien positif COVID-19 mengalami kelelahan yang ekstrem di awal
gejala. Rasa lelah ini terus berlanjut sampai virus tersebut hilang dari tubuh.
k.
Gatal-gatal
Para ahli kulit dari Perancis percaya
bahwa ruam dan gatal tanpa sebab yang terjadi pada kulit, bisa jadi gejala
infeksi virus Corona. Ini dialami oleh beberapa pasien. Gejalanya muncul pada
kulit yang terlihat bintik-bintik. Untuk beberapa kasus, bintik-bintik merah
tidak hanya gatal tetapi juga memberikan sensasi terbakar karena respon imun
terhadap sistem saraf penderitanya.
Cara Pencegahan
Coronavirus
Sampai saat ini, belum
ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh
sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor
yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
1.
Terapkan physical distancing,
yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar
rumah kecuali ada keperluan mendesak.
2.
Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian,
termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
3.
Rutin mencuci tangan dengan
air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal
60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
4.
Jangan menyentuh
mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
5.
Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
6.
Hindari kontak
dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus
Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
7.
Tutup mulut dan
hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat
sampah.
8. Jaga kebersihan
benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.
Untuk orang yang diduga
terkena COVID-19 atau
termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam
pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak
menular ke orang lain, yaitu:
1. Lakukan isolasi mandiri dengan
cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak
memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang
digunakan orang lain.
2.
Jangan keluar
rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
3. Bila ingin ke
rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah
sakit untuk menjemput.
4. Larang dan cegah
orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar
sembuh.
5. Sebisa mungkin
jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
6. Hindari berbagi
penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan
orang lain.
7. Pakai masker dan
sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
8. Gunakan tisu untuk
menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke
tempat sampah.
Daftar
Pustaka
dr.
Rizal Fadli . 2020 . Coronavirus. https://www.halodoc.com/kesehatan/coronavirus.
Diakses Pada Tanggal 24 April 2020
Marco Tampubolon . 2020 . Ini 7
Cara Penularan Virus Corona yang Umum Terjadi. https://www.liputan6.com/bola/read/4220758/ini-7-cara-penularan-virus-corona-yang-umum-terjadi.
Diakses Pada Tanggal 24 April 2020
Lusiana Mustinda. 2020 . Gejala
Virus corona baru dan disebut mirip campak. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4985943/14-gejala-virus-corona-ada-yang-baru-dan-disebut-mirip-campak.
Diakses Pada Tanggal 24 April 2020
dr. Merry Dame Cristy Pane . 2020 . Virus Corona . https://www.alodokter.com/virus-corona
. Diakses pada tanggal 24 April 2020.
Langganan:
Komentar (Atom)
Alkil Halida _ Kelompok 5
Download
-
CORONA VIRUS ( COVID-19) Pengertian Coronavirus ( COVID-19) Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang ...
-
Download
-
Download
