Kamis, 23 April 2020

Coronavirus (COVID-19)


CORONA VIRUS ( COVID-19)



Pengertian Coronavirus ( COVID-19)
Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.
Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut. Sampai saat ini terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:
  • HCoV-229E.
  • HCoV-OC43.
  •  HCoV-NL63.
  • HCoV-HKU1.
  •   SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
  •   MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).
  • COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19 dari Maret 2020.

Cara Penularan Coronavirus
Beberapa cara penularan virus corona yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
1.   Kontak Dengan Benda Yang Sering Tersentuh
               Benda merupakan media yang bisa menjadi cara penularan yang masif. Menurut penelitian, COVID-19 dapat bertahan hidup hingga tiga hari dengan menempel pada permukaan benda.Benda-benda tersebut disinyalir merupakan benda yang sering terjamah oleh anggota tubuh seperti tangan yang membawa virus corona covid-19.Dengan menempelnya virus tersebut di permukaan benda yang sering terjamah, otomatis virus tersebut dapat berpindah dan menemukan inang baru apabila orang lain menyentuh benda tersebut.
2.   Tidak Menjaga Kebersihan Tangan
Cara kedua yang efektif sebagai media penularan virus corona adalah tidak menjaga kebersihan tangan. Telah diketahui dan terbukti secara medis bahwa tangan merupakan sumber dari berbagai penyakit.Tangan adalah anggota tubuh yang paling banyak melakukan aktivitas dan melakukan interaksi dengan orang lain atau benda-benda yang ada di sekitar. Dengan tangan yang tidak terjaga kebersihannya, maka virus corona ini dapat dengan mudah menyebar. Manusia akan selalu berinteraksi dengan dunia luar menggunakan tangannya.Untuk itu, jaga selalu kebersihan tangan agar tangan Anda tidak menjadi salah satu media penularan virus corona covid-19. Cuci tangan menggunakan sabun ataupun gunakan hand sanitizer sebelum dan setelah makan, sebelum dan sesudah buang air kecil, dan sesudah beraktivitas.
3.   Tidak menjaga kebersihan setelah berpergian
Beraktivitas adalah hal yang wajar dilakukan oleh manusia. Namun, penularan virus corona secara tidak sadar sering dilakukan oleh orang yang melakukan aktivitas di tempat tertentu.Tentu saja, apabila tempat tersebut terdapat COVID-19, maka virus tersebut dapat menempel di pakaian dan benda yang Anda gunakan. Sehingga virus corona dapat menular pada orang-orang terdekat Anda di rumah.Untuk mencegah hal tersebut, selalu jaga kebersihan diri setelah bepergian. Cuci baju dan bersihkan tubuh hingga kering setelah bepergian.
4.   Tidak menerapkan etika batuk dan bersin
Cara yang paling banyak menjadi media penularan virus corona adalah melalui droplets. Droplets dapat terjadi ketika seseorang meninggalkan cairan ketika bersin, batuk, ataupun berbicara di lantai.Cairan yang berisi virus, kuman, dan bakteri kemudian dapat menempel pada benda-benda yang dibawa oleh orang lain. Sehingga, virus corona covdi-19 tersebut mendapatkan inang baru pada orang lain.
Maka dari itu, penting dan menjadi kewajiban setiap individu di tengah pandemi virus corona covid-19 untuk menerapkan etika batuk dan bersin dengan baik.Etika batuk dan bersin dapat dilakukan dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau tisu bersih. Apabila menggunakan tisu, buang tisu pada tempat sampah lalu cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih.
5.   Terjadi Interaksi Banyak Orang
Berkumpul atau beraktivitas di tengah kerumunan menjadi salah satu cara penularan virus corona covid-19. Sebab, virus corona covid-19 dapat menempel secara kasat mata pada pakaian dan benda yang dibawa orang lain.
Selain itu, risiko penularan virus corona covid-19 juga dapat terjadi melalui droplets orang lain ketika batuk dan bersin. Pada saat ini, dengan menerapkan jaga jarak dan kurangi kegiatan di luar rumah adalah tindakan bijak yang dapat dilakukan untuk mengurangi penularan virus corona covid-19.
6.   Tidak Isolasi Diri Setelah Kembali dari Wilayah Pandemi
Cara lain yang dapat menularkan virus corona adalah tidak melakukan tindakan pencegahan setelah kembali dari wilayah atau negara pandemi. Berbagai tindakan pencegahan tersebut antara lain dengan melakukan isolasi mandiri di rumah.Cara ini disinyalir banyak terjadi di Indonesia saat ini mengingat banyaknya warga yang kembali ke kampung halaman namun tidak melakukan isolasi diri.
7.   Kurangnya Pemahaman tentang Virus Corona
Kurangnya pemahaman tentang definisi, bahaya, dan penyebaran dari virus corona covid-19 menjadi salah satu hal yang patut disayangkan. Sebab, apabila seseorang mengetahui dan mem        ahami informasi tentang virus corona covid-19 tersebut, maka setidaknya seseorang tersebut akan melakukan tindakan antisipasi untuk menangkal virus.
Maka, edukasi mengenai virus corona covid-19 merupakan hal yang bijak untuk dilakukan kepada masyarakat guna meminimalisir penularan virus.

  
Gejala Coronavirus      
a.      Demam
Ciri-ciri terken  a virus Corona salah satunya adalah demam. Demam menjadi tanda kunci Covid-19. Namun hal itu tidak selalu berarti jika suhu tubuhmu lebih tinggi atau lebih rendah dari suhu normal maka kamu positif corona. Beberapa orang memang memiliki suhu tubuh inti yang lebih rendah atau lebih tinggi dari suhu tubuh normal, yaitu 37 derajat Celcius. Oleh karena itu para ahli mengatakan bahwa jangan memfokuskan pada angka.
b.      Sesak Napas
Dikutip dalam CNN, sesak napas atau napas pendek ini bisa terjadi tanpa diikuti dengan batuk. Jika kamu merasakan hal ini, seperti dada terasa ketat atau seperti tidak bisa bernapas maka itu bertanda bahwa kamu harus segera memeriksakannya ke dokter dengan segera. Hal itu dikarenakan ciri-ciri terkena virus Corona yang satu ini adalah yang paling serius. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) juga menyebutkan, tanda-tanda peringatan darurat lainnya untuk COVID-19 sebagai "rasa sakit yang terus menerus atau tekanan di dada," dan "bibir atau wajah yang kebiruan," yang dapat mengindikasikan kekurangan oksigen. Jika merasakan hal itu maka segeralah periksakan diri ke dokter.
c.       Batuk
Batuk kering menjadi salah satu awal dari gejala virus corona (https://www.detik.com/tag/gejala-virus-corona) . Batuk kering adalah salah satu gejala umum yang banyak dirasakan oleh pasien terinfeksi COVID-19. Tetapi batuk akibat virus Corona bukanlah batuk biasa. Batuk tersebut akan sangat mengganggu dan bisa dirasakan datang dari dalam dada.
d.      Diare
Awalnya para peneliti tidak berpikir bahwa diare akan muncul sebagai salah satu ciri-ciri terkena virus Corona. Namun kini dengan semakin banyaknya penelitian tentang korban yang selamat, maka ditemukanlah ciri-ciri terkena virus Corona yang baru ini dikarenakan banyak pasien selamat yang mengaku mengalami gejala tersebut. Dr. Sanjay Gupta mengatakan bahwa dalam sebuah penelitian di China yang meneliti sekitar 200 pasien yang paling awal terinfeksi, ditemukan bahwa gejala pencernaan atau lambung sebenarnya sudah dialami oleh setengah dari pasien tersebut.
e.       Mata Merah
Berdasarkan penelitian dari China, Korea Selatan, dan negara lainnya menunjukkan bahwa sekitar satu hingga tiga persen pasien positif COVID-19 juga menderita konjungtivitis atau yang lebih sering disebut mata merah muda.
f.        Tidak Peka Terhadap Bau dan Rasa
Kehilangan bau dan rasa ternyata juga dialami oleh para penderita Covid-19. Pada kasus COVID-19 yang ringan hingga sedang, hilangnya kemampuan untuk mencium bau dan mengecap rasa bisa muncul sebagai salah satu tanda awal COVID-19 yang paling tidak biasa."Apa yang disebut anosmia, yang pada dasarnya berarti kehilangan penciuman, tampaknya merupakan gejala yang dikembangkan oleh sejumlah pasien," kata Dr. Sanjay.
g.      Sakit Tenggorokan
Sakit tenggorokan juga dirasakan oleh pasien corona. WHO menemukan sebanyak 14% dari 6 ribu kasus COVID-19 di China memiliki gejala berupa sakit tenggorokan dan sakit kepala.
h.      Nyeri Otot
Menurut para ahli, nyeri otot bisa menjadi tanda ciri-ciri terkena virus corona yang serius. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan, gejala nyeri otot terjadi pada 15 persen pasien COVID-19. Dikutip dari The Sun, nyeri otot disebabkan bahan kimia sitokin yang dilepaskan ke tubuh sebagai respon terhadap infeksi.
i.        Penyakit saraf
Kondisi penyakit saraf ternyata bisa menjadi ciri-ciri terkena virus corona. Gejala penyakit saraf yang pernah dilaporkan pasien, di antaranya kejang, kebingungan, pusing, sakit kepala, mengigau, kebas, hingga stroke.
j.        Kelelahan
Salah satu gejala virus corona menurut WHO adalah kelelahan ekstrem. WHO melaporkan hampir 40 persen dari 60 ribu pasien positif COVID-19 mengalami kelelahan yang ekstrem di awal gejala. Rasa lelah ini terus berlanjut sampai virus tersebut hilang dari tubuh.
k.      Gatal-gatal
Para ahli kulit dari Perancis percaya bahwa ruam dan gatal tanpa sebab yang terjadi pada kulit, bisa jadi gejala infeksi virus Corona. Ini dialami oleh beberapa pasien. Gejalanya muncul pada kulit yang terlihat bintik-bintik. Untuk beberapa kasus, bintik-bintik merah tidak hanya gatal tetapi juga memberikan sensasi terbakar karena respon imun terhadap sistem saraf penderitanya.

Cara Pencegahan Coronavirus
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
1.      Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
2.      Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
3.      Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
4.      Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
5.      Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
6.      Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
7.      Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
8. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
1.  Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
2.      Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
3.  Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
4.  Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
5.  Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
6.   Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
7.  Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
8.  Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.




Daftar Pustaka

dr. Rizal Fadli . 2020 . Coronavirus. https://www.halodoc.com/kesehatan/coronavirus. Diakses Pada Tanggal 24 April 2020
Marco Tampubolon . 2020 . Ini 7 Cara Penularan Virus Corona yang Umum Terjadi. https://www.liputan6.com/bola/read/4220758/ini-7-cara-penularan-virus-corona-yang-umum-terjadi. Diakses Pada Tanggal 24 April 2020

Lusiana Mustinda. 2020 . Gejala Virus corona baru dan disebut mirip campak. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4985943/14-gejala-virus-corona-ada-yang-baru-dan-disebut-mirip-campak. Diakses Pada Tanggal 24 April 2020


dr. Merry Dame Cristy Pane . 2020 . Virus Corona . https://www.alodokter.com/virus-corona . Diakses pada tanggal  24 April 2020.

Pemeriksaan PCR Pada Sampel Corona



Download 

Alkil Halida _ Kelompok 5

Download